PT Hino Motors Manufacturing Indonesia Dorong Industrialisasi Melalui Lokalisasi Komponen dan Kemitraan dengan Industri Kecil Menengah
Diposting oleh Nisa Hino pada 05 Dec 2025
PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (PT HMMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat industrialisasi nasional melalui peningkatan lokalisasi komponen dan kerja sama strategis dengan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Upaya ini sejalan dengan dukungan kuat industri otomotif nasional, termasuk jaringan dealer resmi Hino serta dealer Hino di berbagai wilayah seperti Jakarta, Tangerang, dan Jabodetabek, yang semakin mendorong penggunaan produk dalam negeri. PT HMMI mencatat semakin banyak tipe kendaraan yang telah memperoleh sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) dengan nilai lebih dari 40%.
Sejak berdiri pada 17 Desember 1982, PT HMMI memproduksi kendaraan komersial seperti truk Hino dan bus Hino dengan total investasi USD 112,5 juta. Berlokasi di kawasan industri Kota Bukit Indah, Purwakarta, fasilitas ini memiliki lima jalur produksi mulai dari engine, transmisi, truk ringan, truk menengah hingga bus, dengan kapasitas produksi terpasang mencapai 75.000 unit per tahun. Perusahaan ditopang 1.578 tenaga kerja langsung hingga Juni 2025 serta lebih dari 150.000 tenaga kerja tidak langsung dari rantai pasokan lokal, yang juga mendukung ekosistem layanan purna jual seperti service Hino dan penyediaan sparepart Hino di seluruh Indonesia.
Hingga 2025, PT HMMI telah berkolaborasi dengan 148 perusahaan komponen lokal dan ratusan penyedia jasa pendukung. Kemitraan dengan perusahaan seperti PT Gemala Kempa Daya dan PT Prima Rejeki Cikupa Abadi menjadi pilar penting dalam peningkatan kandungan lokal kendaraan Hino yang juga berdampak pada produk yang dipasarkan melalui dealer Hino di seluruh Indonesia, termasuk dealer Hino Jakarta dan dealer Hino Tangerang.
“Kemitraan jangka panjang kami dengan pemasok lokal berhasil meningkatkan kandungan lokal kendaraan Hino secara signifikan dan memberikan dampak besar bagi industri dalam negeri. TKDN bukan hanya soal angka, tapi tentang kontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan pengurangan ketergantungan impor,” ujar Harianto Sariyan, Direktur PT HMMI, dalam talkshow bertema PT HMMI Dorong Industrialisasi Melalui Lokalisasi Komponen dan Kemitraan IKM di GIIAS 2025, ICE BSD. Pencapaian ini juga memberikan nilai tambah bagi konsumen di berbagai daerah yang mencari promo Hino maupun produk andalan seperti truk Hino melalui jaringan dealer Hino Jabodetabek.
Dalam proses sertifikasi, PT HMMI menjalani verifikasi ketat oleh Lembaga Verifikator Independen (PT Surveyor Indonesia). Perusahaan juga meraih nilai BMP sebesar 14,10% dari maksimal 15% berkat pemberdayaan UMKM lokal seperti PT Nurindo yang memiliki transaksi lebih dari Rp 3 miliar per tahun.
Per pertengahan 2025, PT HMMI telah mengantongi sertifikat TKDN untuk 31 tipe kendaraan dengan nilai gabungan TKDN + BMP di kisaran 44,35% hingga 57,26%. Dengan capaian ini, produk Hino semakin diperkuat sebagai kendaraan buatan dalam negeri yang memenuhi ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah sesuai Inpres No. 2 Tahun 2022. Capaian ini turut meningkatkan daya tawar produk yang dijual melalui dealer resmi Hino di seluruh Indonesia, termasuk dealer Hino Jakarta, dealer Hino Tangerang, dan jaringan dealer Hino Jabodetabek.
Pemerintah melalui Pusat P3DN Kementerian Perindustrian mengapresiasi pencapaian tersebut. “Pencapaian PT HMMI menjadi inspirasi bagi industri lain untuk meningkatkan komitmen dalam membangun basis produksi dalam negeri,” ujar Dr. Ir. Heru Kustanto, M.Si., yang diwakili Dhini Widya Utari, ST, MM.
Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, Hino terus mempertegas kontribusinya dalam pembangunan industri nasional melalui inovasi, lokalisasi komponen, serta sinergi dengan para pelaku industri dan jaringan dealer Hino yang menyediakan layanan komprehensif mulai dari penjualan, promo Hino, service Hino hingga ketersediaan sparepart Hino.
Kembali ke Daftar Artikel